GambarLaporan Sumadi, langsung dari Magdeburg Jerman

Sejak tanggal 18 Januari 2009 saya melaksanakan kegiatan magang (dalam Bahasa Jerman disebut Praktikum) di sebuah lembaga pelaksana pelatihan kejuruan di kota Magdeburg, kira-kira 100 km arah baratdaya dari ibukota Jerman, Berlin. Magdeburg adalah ibukota Negara Bagian Sachsen-Anhalt, salah satu negara bagian yang pada masa perang dingin berada di wilayah Republik Demokrasi Jerman (DDR) atau yang lebih kita kenal sebagai Jerman Timur. Tempat magang saya bernama Bau Bildung Zentrum Magdeburg (www.bbzm.info), yaitu sebuah pusat pendidikan dan pelatihan di bidang kerja bangunan. Membangun gedung, membuat jalan, memasang rel kereta api, mengecat, membuat kanalisasi kota, memasang instalasi pemipaan, membuat meubel, membuat taman dan landscaping adalah beberapa jenis pekerjaan yang bisa dipelajari di sini.
Di BBZM peserta diklat mengikuti pelatihan di lini perusahaan (baca juga: Sistem Ganda pada Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Jerman). Ada yang menarik dari pelaksanaan diklat dengan sistem ganda di BBZM dan lembaga-lembaga diklat lainnya di Jerman, yaitu bahwa selama sekolah di SMK, peserta diklat tidak dikenai biaya sepeser pun alias 100% GRATIS! Yang lebih membuat saya tercengang adalah selain gratis peserta diklat memperoleh vergütung, semacam uang bonus kompensasi bulanan. Tidak disebut sebagai gaji, karena peserta diklat masih dalam masa training dan kebanyakan mereka masih berumur di bawah 18 tahun.
Pendidikan sistem ganda adalah suatu model penyelenggaran pendidikan pada dua unit organisasi, sekolah dan perusahaan. Secara umum sekolah bertugas menyusun kurikulum, mengatur jadwal pembelajaran dan melakukan transfer pengetahuan serta mencarikan perusahaan untuk tempat pelatihan kejuruan. Sedangkan tugas perusahaan adalah membuat kontrak pelatihan dengan peserta diklat dan mengatur jalannya pelatihan.
Segera sebelum pelaksanaan pelatihan, antara peserta diklat dan perusahaan penyelenggara pelatihan harus menandatangani suatu kontrak perjanjian. Isi kontrak perjanjian antara lain:
1.Jenis dan tujuan pelatihan
Pada bagian ini dijelaskan jenis dan tujuan pelatihan yang akan diikuti oleh peserta diklat, misalnya untuk menjadi pembuat taman dan landscaping (Garten-und Landschaftsbau), pekerja konstruksi kayu (Holzbearbeiter), atau pembuat meubel (Tischler), dan sebagainya.
2.Kapan mulai dan berapa lama waktu pelatihan
Kegiatan pelatihan berlangsung antara 2 hingga 3,5 tahun tergantung jenis pekerjaan yang dipilih, tetapi umumnya 3 tahun. Dalam kontrak disebutkan tanggal mulai menempuh pelatihan sampai batas waktu berakhirnya pelatihan. Waktu pelatihan dibagi menjadi satuan semester. Pelatihan biasanya dimulai bulan September tahun pertama pelatihan hingga bulan Agustus tahun ketiga pelatihan.
3.Jenis pelatihan tambahan di luar pelatihan utama
Jika ada dan diperlukan pelatihan tambahan untuk mendukung pekerjaan yang akan digeluti peserta diklat setelah lulus sekolah, maka dalam kontrak juga harus disebutkan jenisnya. Misalnya untuk menjadi seorang pembuat taman dan lanskap diperlukan keahlian mengoperasikan alat berat, ekskavator, buldozer, forklift dan sejenisnya.
4.Lama waktu pelatihan dan pengaturan hariannya
Mengacu pada Undang-undang Perlindungan Pekerja Anak (Jugendsarbeitschutzgesetz), waktu pelatihan harian diatur maksimal 8 jam per hari, 5 hari per minggu atau maksimal 40 jam per minggu. Secara berkala peserta diklat mengunjungi sekolahnya untuk mendapatkan pelajaran teori.
5.Lama masa percobaan
Sebelum peserta secara resmi diterima untuk mengikuti program diklat di perusahaan, peserta harus menempuh masa percobaan antara 1-3 bulan.
6.Perhitungan dan banyaknya kompensasi yang akan diterima peserta pelatihan
Untuk kegiatan pelatihannya, peserta memperoleh bonus kompensasi yang wajar yang besarnya tergantung pada jenis pelatihan, tahun pelatihan, pendidikan SMP sebelumnya dan jenis keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya. Sebagai contoh untuk peserta pelatihan pada bidang taman dan lanskap memperoleh bonus kompensasi per bulan pada tahun pertama sampai tahun ketiga berturur-turut 282 euro, 296,10 euro dan 310,90 euro. Angka yang relatif besar untuk ukuran pekerja di Indonesia, apalagi bila dikurs dengan Rp 15.000 per euro!
7.Lama waktu liburan
Selama mengikuti pelatihan, peserta diberi kesempatan liburan (urlaub) sesuai kontrak kolektif pada kelompok pelatihanya. Lamanya liburan adalah 10 hari kerja pada tahun pertama, selanjutnya 30 hari kerja pada tahun kedua dan30 hari kerja pada tahun ketiga. Liburan dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu liburan musim dingin (winter fereien) dan liburan musim panas (sommer fereien).
8.Persyaratan penghentian kontrak perjanjian
Penghentian hubungan diklat antara peserta dengan penyelenggara dapat terjadi secara normal, yaitu melelui proses ujian pada akhir masa diklat. Selain itu dapat juga secara tidak normal, yaitu pada masa percobaan, atau setelah masa percobaan karena alasan tertentu yang penting.
9.Ketentuan umum tentang perjanjian, opreasional dan pelayanan.
Di dalam kontrak juga diuraikan tugas dan kewajiban masing-masing pihak, yaitu:
(tabel)…

Pada akhir masa diklat diadakan ujian akhir, kemudian hubungan diklat diakhiri dengan suatu serifikat kelulusan diklat. Tidak semua peserta dapat mengikuti ujian akhir. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah tingkat kehadiran dalam pelatihan. Seorang peserta diklat boleh mengikuti ujian akhir bila selama masa diklat sesuai kontrak, dia tidak hadir maksimal 15% jam pelatihan. Ketidakhadiran tersebut bisa karena sakit, ijin atau tanpa keterangan.
Jika peserta diklat tidak lulus pada ujian akhir, mereka bisa memperpanjang masa diklat sampai ada kesempatan ujian ulangan, selama-lamanya satu tahun. Jika pada kesempatan ujian ulangan yang terakhir dia tetap tidak lulus, maka dia tidak bisa bekerja pada profesi yang telah ditempuh pelatihannya. Dia harus memulai dari awal suatu pelatihan untuk jenis bidang pekerjaan/profesi lainnya, karena tanpa sertifikat profesi, seseorang tidak akan pernah bisa bekerja di sektor formal tertentu.